Memilih metode konstruksi berarti menimbang waktu, biaya, dan bobot struktur. Prefabrikasi menawarkan profil yang berbeda dari cara konvensional (bata dan beton), dan memahami perbedaannya membantu Anda mengambil keputusan yang tepat untuk proyek.
Waktu Pengerjaan
Pada metode konvensional, sebagian besar pekerjaan terjadi di lokasi dan bergantung pada cuaca. Pada prefab, komponen difabrikasi di workshop sementara fondasi disiapkan di site secara paralel — sehingga waktu ereksi bisa dihitung dalam hitungan minggu, bukan bulan, untuk unit berukuran wajar.
Bobot Dinding (kg/m²)
- Dinding bata & beton konvensional: ± 250 kg/m²
- Wall frame + fiber cement 12 mm: ± 32 kg/m²
- Wall frame + FC Plan 12 mm: ± 35 kg/m²
- Wall frame + metal cladding: ± 20 kg/m²
- Wall frame + aerated concrete: ± 65 kg/m²
Bobot dinding prefab bisa 4–12 kali lebih ringan. Struktur yang lebih ringan berarti beban ke fondasi lebih kecil, biaya fondasi berpotensi turun, dan mobilisasi ke lokasi terpencil lebih mudah.
Biaya
Prefab menjadi alternatif berbiaya efektif terutama di area remote, di mana logistik material dan tenaga konvensional mahal. Kepastian jadwal juga menekan biaya tak langsung akibat keterlambatan. Namun, angka pasti selalu bergantung pada desain, lokasi, dan spesifikasi — mintalah penawaran berbasis kebutuhan riil Anda.